Entri Populer

Powered By Blogger

Senin, 05 Desember 2011

SepakBola Liga Inggris

Fulham Tekuk 10 Pemain Liverpool


London - Fulham sukses mengalahkan Liverpool 1-0 di hadapan pendukung sendiri. The Reds sendiri bermain dengan 10 orang setelah Jay Spearing mendapatkan kartu merah.


Pertandingan di Craven Cottage baru berjalan lima menit ketika umpan terobosan Bryan Ruiz diterima oleh Moussa Dembele yang berlari masuk ke kotak penalti Liverpool. Dembele kemudian melepaskan sepakan, namun masih bisa diblok Pepe Reina.

Liverpool kemudian balas menekan dan mendapatkan peluang dua menit setelahnya. Luis Suarez bergerak dari sisi kiri dan kemudian melepaskan sebuah umpan silang. Andy Carroll langsung menyambar umpan tersebut, namun sepakannya mengarah tepat ke Mark Schwarzer.

The Reds, yang bermain tanpa Lucas Leiva, bermain terbuka dan kembali mendapatkan peluang di menit 12. Kali ini melalui Charlie Adam. Sial bagi Adam, tendangan kaki kirinya membentur seorang bek dan kemudian masih bisa ditangkap oleh Schwarzer.

Satu peluang emas lagi didapatkan Liverpool, kali ini melalui sepakan Jordan Henderson di menit 27. Hasilnya? Sepakan Henderson yang diarahkan ke tiang jauh masih mengenai tiang gawang. Gawang Fulham masih aman.

Fulham mendapatkan peluang di menit 36 ketika Clint Dempsey melepaskan tendangan keras dari luar kotak penalti. Namun, Reina kembali berhasil menyelamatkan gawangnya dengan memblok tembakan Dempsey ini.

Di babak kedua, Liverpool memiliki sejumlah peluang. Salah satunya melalui tendangan bebas yang dieksekusi oleh Craig Bellamy di menit 61. Sial baginya, tendangannya mengenai pagar betis dan melebar.

Empat menit berselang, Suarez berhasil menceploskan bola ke dalam gawang Fulham. Namun, gol tersebut dianulir lantaran Suarez sudah berdiri dalam posisi off-side.

Ketika tengah berusaha memecah kebuntuan, Liverpool malah harus bermain dengan 10 pemain di menit 72 setelah Jay Spearing diganjar kartu merah. Spearing dinilai wasit bersalah atas pelanggarannya terhadap Dembele, meski siaran ulang menunjukkan tekelnya mengenai bola.

Unggul jumlah pemain, Fulham pun menekan. Namun, beberapa peluang mereka mentah di tangan Reina dan tiang gawang Liverpool. Tim tamu kemudian membalas melalui sepakan Stewart Downing di menit 84, namun bola sepakannya lagi-lagi masih membentur tiang.

Fulham akhirnya berhasil membobol gawang Reina ketika laga memasuki menit 85. Sebuah sepakan dari Danny Murphy gagal diblok dengan sempurna oleh Reina. Bola muntah pun langsung disambar oleh Dempsey yang berada di dekat gawang Liverpool. Skor berubah menjadi 1-0 dan bertahan sampai laga selesai.

Ini adalah kekalahan ketiga Liverpool musim ini. Posisi mereka pun turun ke urutan tujuh klasemen sementara dengan koleksi nilai 23. Sementara Fulham naik ke urutan 13 dengan koleksi nilai 15.

Susunan Pemain

Fulham: Schwarzer, Hangeland, Senderos, Riise, Kelly, Murphy (Gecov 90), Etuhu, Dempsey, Ruiz, Zamora (Johnson 71), Dembele.

Liverpool: Reina, Agger, Skrtel, Enrique, Johnson, Adam, Spearing, Henderson, Bellamy (Downing 77), Suarez, Carroll (Kuyt 77).


 Liverpool yang 'Akrab' dengan Tiang Gawang




Pada pertandingan melawan Fulham di Craven Cottage, Selasa (6/12/2011) dinihari WIB, ada dua tembakan pemain Liverpool yang mengenai tiang gawang. Yang pertama adalah tendangan Jordan Henderson, sementara yang berikutnya adalah sepakan dari Stewart Downing.

Tendangan Henderson terjadi di menit 27. Setelah berhasil mengecoh beberapa bek lawan, ia melepaskan sebuah tembakan ke tiang jauh dan hasilnya seperti yang sudah diketahui.

Sedangkan tendangan Downing terjadi di menit ke-84 dengan diawali sebuah serangan balik. Ketika itu, Liverpool sudah bermain dengan 10 orang lantaran Jay Spearing dikartu merah.

Liverpool sendiri tampil agresif. Dicatat Soccernet, mereka melepaskan 20 tembakan sepanjang pertandingan, di mana enam di antaranya berstatus tepat sasaran

'Si Merah' boleh jadi berandai-andai jika saja kedua tendangan itu masuk. Pasalnya, mereka mengakhiri laga dengan nihil gol. Sebaliknya, Fulham sukses membuat satu gol ke gawang Pepe Reina.

Seperti dilansir BBC, dua tembakan dari Henderson dan Downing itu membuat jumlah tembakan Liverpool yang mengenai tiang bertambah menjadi 12. Jumlah itu, setidaknya lima kali lebih banyak dari tim-tim Premier League lainnya.


Van Persie dan Henry Punya Kesamaan


 
London - Jika dulu Arsenal memiliki Thierry Henry, maka sekarang mereka memiliki Robin van Persie. Arsene Wenger menilai, kedua pemain itu memiliki kesamaan.

Van Persie kini tengah menjadi pemain tersubur di Premier League. Empat belas pekan berlalu, pemain asal Belanda itu telah mengoleksi 14 gol, yang membuatnya sukses mengungguli nama-nama seperti Sergio Aguero, Edin Dzeko, dan Wayne Rooney.

Bagi Wenger, transformasi Van Persie sebagai seorang pemain sangat mengagumkan. Apalagi jika mengingat dirinya dulu bukanlah seorang penyerang murni yang biasa menyumbang banyak gol.

Transformasi itulah yang kemudian membuat Wenger menyamakannya dengan Henry. "Mereka punya kesamaan, Thierry dan Robin," ujar manajer asal Prancis itu di situs resmi klub.

"Awalnya mereka bukanlah pencetak gol. Mereka adalah pemain yang Anda harapkan bisa menciptakan sesuatu yang spesial. Anda tidak berpikir mereka harus mencetak gol, mereka menambahkan hal tersebut ke dalam permainannya."

"Seseorang seperti Alan Shearer barulah seorang pencetak gol, tapi mereka lebih seperti seseorang yang menjadi penghubung permainan. Mereka adalah pemain yang kreatif dan bukan sekadar penyelesai akhir," tukas Wenger.


 Drogba: Ini Tidak Mudah untuk Villas-Boas




"Anda harus ingat ini adalah musim pertama manajer di Premier League," ujar penyerang asal Pantai Gading itu kepada Guardian. Villas-Boas memang banyak mendapatkan sorotan lantaran The Blues sudah empat kali menelan kekalahan musim ini.

Chelsea juga harus menunggu sampai matchday 6 Liga Champions untuk memastikan diri lolos ke Liga Champions, di mana 'Si Biru' bakal menghadapi Valencia. Jika kalah, Chelsea harus rela tersingkir dari Liga Champions dan Villas-Boas pun bakal kembali jadi perbincangan.

"Ini tidak mudah untuknya dan tidak mudah juga bagi para pemain dan klub," ucap Drogba membela sang manajer.

"Tapi, semuanya mendukung manajer. Dia bisa menghadapi tekanan apa pun. Anda tak akan bisa sampai ke level melatihnya jika Anda tidak punya kekuatan," tukas Drogba.

"Memang ini adalah saat-saat sulit, tapi Anda harus tetap kompak dan memastikan, bahwa ketika di lapangan, kami semua menuju ke arah yang sama."

Sebagai catatan, dari 10 pertandingan terakhir di semua kompetisi cuma empat kemenangan didapat Chelsea. Lima laga lainnya berkesudahan dengan kekalahan, termasuk dengan skor 0-2 atas Liverpool yang membuat mereka terdepak dari Piala Liga Inggris.

Catatan lainnya, 28 poin dari 14 pertandingan di Liga Inggris merupakan catatan terburuk Chelsea dalam delapan tahun terakhir.


 'Vidic Lebih Baik dari Stam'




Mantan bek kiri Manchester United itu sebelumnya sudah pernah bermain bersama Stam selama beberapa musim, termasuk ketika 'Setan Merah' memenangi treble pada tahun 1999. Meski belum pernah bermain dengan Vidic, ia bisa menilai bahwa bek asal Serbia itu sedikit mengungguli Stam.

"Saya pikir, Vidic lebih baik dari Stam. Saya harus mengatakan demikian," ujarnya seperti dikutip dari situs resmi MU.

"Dia lebih pintar dari Jaap, yang mana sangat cepat, sangat-sangat cepat. Tapi, Vida sedikit lebih baik dan tahu apa yang terjadi di sekelilingnya," lanjut pria asal Republik Irlandia ini.

Irwin juga menilai pasangan Vidic-Rio Ferdinand mirip dengan pasangan Steve Bruce-Gary Pallister, sama seperti yang kebanyakan dikatakan penggemar The Red Devils.

Sosok Vidic disebutnya mirip Bruce yang sedikit lebih lugas dan keras ketimbang Pallister.

"Ini seperti Bruce dan Pally, di mana Bruce adalah yang sedikit lebih keras, seperti Vidic. Saya pikir, dia sedikit lebih memiliki kesadaran dibanding Jaap, meskipun mereka berdua adalah pemain yang fantastis," tukas Irwin.

Jones: Saya Siap Main di Posisi Mana Saja 




Jones, yang aslinya adalah seorang bek tengah, pernah dimainkan sebagai bek kanan dan terakhir, kala melawan Aston Villa akhir pekan lalu, dimainkan sebagai gelandang bertahan oleh Sir Alex Ferguson.

Hal tersebut kemudian menular ke tim nasional Inggris, di mana Fabio Capello juga pernah memainkannya sebagai bek kanan dan gelandang bertahan. Jones mengaku tak bermasalah. Apalagi dia memang pernah menjadi seorang gelandang bertahan ketika bermain untuk Blackburn Rovers.

"Saya menikmati bermain di mana saja. Saya menikmati sepakbola. Jadi, di mana pun saya diminta bermain, saya akan bermain (di posisi itu)," ujarnya kepada Manchester Evening News.

"Jika manajer meminta saya untuk bermain sebagai bek kanan, bek tengah atau helandang, saya akan melakukannya dan melakukan pekerjaan di posisi itu."

"Saya pikir ini bukanlah sebuah masalah saat ini, bahwa saya bermain di banyak posisi, karena saya masih muda," tukasnya.

Kebisaan Jones bermain di banyak posisi mirip dengan eks pemain MU, John O'Shea. Selama bermain untuk 'Setan Merah', O'Shea pernah menjadi bek tengah, bek kanan, bek kiri, gelandang bertahan, bahkan menjadi kiper dadakan.

Terimakasih :)
by. Wil Twelve'S Bersama Aceh

0 komentar:

Posting Komentar